Profile

  Bersama Komikus Cilik Kota Malang

Meninggalkan perusahaan milik pemerintah yang telah mendidiknya sebagai seorang marketer, untuk kemudian fokus di dunia penulisan. Genre pria kelahiran 1 April ini adalah novel, dengan tema utama yang banyak dipengaruhi oleh pengalaman hidupnya yaitu tentang Cinta, Wanita, Kemanusiaan dan Tuhan

Hai di sana! Saya adalah mentari berlumur tinta di pagi hari. Narator perangkai kata di sore hari. Pengukir aksara di hamparan kertas pada malam hari. Dan ini adalah laman penampil pahatan karya saya.

Dalam putaran waktu kesehariannya, lelaki kelahiran Semarang ini fokus menjalankan perusahaannya di bidang percetakan dan penerbitan pada pagi hari. Mengajar kepenulisan di sore hari. Dan menulis di malam hari, baik menulis karya untuk orang lain maupun karya milik sendiri.

Di bawah langit semesta saya berada. Bersama barisan para aksara yang tak bersuara, tapi keras menggema dalam diamnya. Menggantungkan tulisan di atas awan. Dan  kadang juga di tali jemuran.

Di sela kesibukannya, lelaki yang bercita-cita ingin mengakhiri hidup di pelukan anak-anak yatim ini kerapkali diundang ke berbagai daerah di pelosok negeri. Sebagai narasumber dalam acara kepenulisan dan literasi. Dirinya tampil sebagai sosok berbeda dan asyik, untuk menjadi solusi bagi para calon penulis yang ingin mewujudkan karyanya.

Saya adalah pengagum aksara dan pengagung cinta. Ketika keduanya bersatu, itulah saya. Namun jika mereka tiada, saya menjadi tak bernyawa. Laksana sandal jepit yang  kehilangan satu pasangannya.

Sebagai penggerak literasi, founder Komunitas Pena Aksara yang teramat setia pada laptopnya ini bersedia melakukan apa saja ketika melihat orang lain bersemangat untuk menulis. Apalagi jika mereka ingin mengabadikan karyanya menjadi sebuah buku. Prinsipnya, “Untuk menulis dan buku, tidak ada candaan bagi kedua hal itu!” 

Komunikasi seputar dunia kepenulisan dan pembuatan buku siap terbit, dapat melalui surat elektronik : 

info@radityariefananda.com

          

 

Karya Raditya Riefananda

          

 

“Tetaplah menulis meski seluruh isi semesta mencaci tulisanmu. Tetaplah menulis dan jangan berhenti!”

Selamat bersenang-senang,…

Salam Pena,