Dwi Siska Saputri

“Saya rasa, tentang perempuan ini, ya, memang sudah waktunya untuk dipublikasikan, sih. Dan tidak perlu ditutupi, agar semua mengetahui.” ***** Dan yang paling penting, agar kita semua lebih berhati-hati. Dari tindakan penipuan dan modus pembajakan WahtsApp melalui media sosial! Tetapi, sebentar. Tidak perlu patah hati begitu juga, sih. Saat melihat foto perempuan ini. Termasuk ketiga…

Read More

Pramoedya Ananta Toer

“Orang boleh pandai setinggi langit, namun selama ia tidak menulis maka ia akan hilang dari masyarakat dan sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian.” – Pramoedya Ananta Toer – 6 Februari 1925 — Abadi Pramoedya Ananta Toer dilahirkan di Blora pada tanggal 6 Februari 1925 dengan nama asli Pramoedya Ananta Mastoer. Karena nama keluarga Mastoer (nama…

Read More

Ketika Sartre Mengirim Mesin Tik untuk Pram

“Filsuf Prancis Jean-Paul Sartre mengirim mesin tik ke Pulau Buru untuk Pram. Yang diterima Pram dari penjaga justru mesin tik bobrok.” ***** Pada Oktober 1973, Pangkopkamtib Jenderal Soemitro mengunjungi Pulau Buru atas perintah Soeharto. Ia datang bersama tim psikolog yang terdiri dari Fuad Hasan, Saparinah Sadli, dan Susmaliah Suwondo untuk mempelajari psikologi para tahanan. Kunjungan…

Read More

Jangan Tolol Jadi Menteri Pendidikan. Banyaklah Membaca!

Mas Menteri ini kok mendadak aneh dan tololnya luar biasa. Saat ada sekolah mengajarkan disiplin pada muridnya melalui keseragaman, eh, dirinya malah bersuara agar aturan itu tidak ditegakkan. Dengan membenturkannya pada topik keberagaman, pula. Kan, Pe’A! ***** Sedang ramai mengenai sekolah yang diduga oleh sebagian kalangan telah melakukan tindak intoleransi, melalui aturan pemakaian jilbab bagi anak…

Read More

Cinta Palsu Kita pada Batik!

“Faktanya, kain yang sering kita duga sebagai “batik” dan dikenakan sehari-hari itu, sesungguhnya bukanlah batik!” Saya termasuk pecinta batik. Meskipun bukan pakar, namun paling tidak pengalaman pernah bekerja sebagai IT Admin di Museum Batik Pekalongan (dahulu bernama Museum Batik Indonesia di Kota Pekalongan) memaksa saya untuk mendalami warisan budaya yang awalnya tidak saya pahami tersebut.…

Read More