Apabila Istri Ingin Bercerai dari Suami yang Selingkuh

Ingat. Cuma wanita tolol yang katanya ingin bercerai dari suami yang selingkuh, tetapi masih mau dientot kala suami butuh!

*****

Judulnya panjang, ya. Seperti kereta. Namun, percayalah. Tidak sepanjang kisah rumah tanggamu yang tidak jelas ke mana ujungnya itu.

Ingin dilanjutkan tetapi tersakiti, sedangkan mau diakhiri dirimu masih banyak pertimbangan di sana-sini. Termasuk pertimbangan, apakah masih harus memberi pelayanan atau tidak terhadap suami.

Apabila dirimu ingin bercerai dari suami, apakah dirimu harus tetap melayaninya?

Tidak!

Itu jawaban versi logika saya. Entah seperti apa versimu atau pikiran manusia lainnya.

Begini. Jelas-jelas dirimu tersakiti dan ingin bercerai karena suamimu selingkuh, masa masih melayaninya?

Dirimu seperti membodohi diri sendiri dengan melawan rasa sakit yang kamu rasakan. Semua pelayanan yang kamu lakukan, akhirnya hanya kepura-puraan berdalih kewajiban.

Hentikan semua itu!

Hentikan membuatkannya sarapan, menghidangkan kopi, mencuci dan menyiapkan pakaian. Hentikan semua pelayanan yang pernah kamu berikan dan jangan pernah lakukan lagi. Termasuk melayani kebutuhan seksualnya. Iya, kali mau bercerai tetapi masih saja mau diajak berhubungan badan. Aneh, kan?

Jadi, hentikan!

Sebab, semua pelayanan yang masih kamu berikan itu hanya akan membuat dirinya berpikir bahwa dirimu baik-baik saja. Dan lebih parahnya lagi, akan membuat dirinya beranggapan bahwa dirimu telah menerima tindak perselingkuhan yang dia lakukan.

Sudahlah hentikan konsep menjadi istri yang patuh pada suamimu. Buang jauh ketakutan akan diberi hukuman oleh malaikat, andai dirimu menolak untuk melayani kebutuhan seks suami.

Sebab, konsep kepatuhan dan pelayanan, seharusnya hanya pantas kamu berikan pada suami yang tidak melakukan perselingkuhan. Serta yang segala sikapnya, menghargaimu sebagai wanita dengan penuh kemuliaan. Begitu.

Mau cerai dari suami berselingkuh kok masih melayani, masih mau disetubuhi, ya akan mempersulit dirimu sendiri, lah.

Buat makanan untuk dirimu sendiri, untuk anakmu, tidak untuknya. Cuci pakaianmu sendiri, pakaian anakmu, bukan pakaiannya. Begitu logikanya. Hentikan pelayanan untuk suamimu yang berselingkuh itu. Suruh saja meminta pelayanan pada selingkuhannya itu.

Bagaimana agar dirimu bisa menghentikan semua pelayanan kepada suamimu yang berselingkuh dan kamu ingin bercerai darinya?

Kemandirian keuangan. Itu jawabannya, tidak ada yang lainnya. Oleh sebab itu, jangan pernah berhenti bekerja. Atau setidaknya, bangun produktivitas yang menghasilkan dari semua kemampuanmu. Itu!

Ingat. Cuma wanita tolol yang katanya ingin bercerai dari suami yang selingkuh, tetapi masih mau dientot (baca: disetubuhi) kala suami butuh!

Dan pastinya, dirimu bukan termasuk wanita yang seperti itu

Kriiik,…Kriiik,…Kriiik,…

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.